Kriteria dan Manfaat Apusan Darah

Pemeriksaan yang paling banyak diminta di laboratorium klinik hematologi adalah hitung sel-sel darah (CBC, complete blood count). Permintaan terbanyak kedua adalah hitung jenis lekosit (DIFF). Analizer hematologi otomatis dapat melakukan jenis pemeriksaan ini dengan benar dan efisien, efektif lebih murah. Pemeriksaan mikroskopis memerlukan persiapan. Hapusan darah yang dicat tetap dibutuhkan dan secara klinis berguna.

TIGA TIPE PEMERIKSAAN HAPUSAN DARAH
1. Blood Smear Scan (BSS)
Sinonim: platelet scan, perkiraan platelet, pemeriksaan hapusan darah tanpa DIFF

BSS biasanya digunakan untuk memverifikasi hasil perhitungan jumlah trombosit, terutama bila didapatkan tanda pada hasil penghitungan secara otomatis atau jika jumlah trombosit secara signifikan lebih rendah dari batas bawah rentang normal. Beberapa laboratorium menetapkan melakukan verifikasi bila hasil jumlah trombosit kurang dari 100.000/mL pada pasien baru. Verifikasi jumlah trombosit ini penting karena pseudo-thrombo¬cytopenia sebetulnya tidak memerlukan konsultasi ke hematologis, atau pemeriksaan laboratorium lanjutan, penundaan operasi atau prosedur khusus, dan/atau transfusi trombosit.
Untuk verifikasi jumlah trombosit, harus dilakukan dengan pembesaran lensa obyektif 10 x untuk mencari adanya agregasi (clumps) trombosit. Agregasi yang besar mudah dilihat di bawah pembesaran obyektif 10 x, tetapi agregasi yang kecil mungkin sulit terlihat sehingga membutuhkan pembesaran yang lebih tinggi dengan lensa obyektif 40 x atau bahkan 100x. Di bawah pembesaran lensa obyektif 100 x penting untuk melihat kemungkinan adanya fragmentosit dari eritrosit, organisma (bakteri dan jamur), atau trombosit raksasa dengan jumlah yang tidak biasa. Adanya fragmentosit, adanya bakteri atau jamur akan menyebabkan hitung trombosit tinggi palsu, sedangkan keberadaan trombosit raksasa menyebabkan jumlah trombosit rendah palsu. Bila didapatkan banyak agregasi trombosit, jumlah trombosit secara analizer otomatis tidak dapat dilaporkan. Pada kasus-kasus seperti ini pengamatan / evaluasi trombosit harus dilaporkan secara kualitatif sebagai normal dengan agregasi, meningkat dengan agregasi, atau menurun dengan agregasi
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan hitung trombosit yang benar, harus dicegah adanya agregasi. Caranya antara lain dengan:
1. Melakukan homogenisasi spesimen dengan menggunakan vortex selama 1 smpai 2 menit pada kecepatan tinggi dan melakukan pemeriksaan ulang dengan analizer otomatis.
2. Melakukan pengambilan sampel dengan tabung sitras (bertutup biru) untuk menggantikan tabung dengan anti koagulan EDTA (bertutup ungu).

Untuk memperkirakan jumlah trombosit menggunakan hapusan darah dilakukan dibawah lensa obyektif 100 x dengan minyak imersi. Hitung trombosit per lapangan pandang dan mengalikannya dengan 15. Cara lain adalah dengan mengalikan 10 hasil hitung trombosit yang paling tinggi pada area baca di bawah pembesaran obyektif 100 x.
Kriteria melakukan pemeriksaan BSS :
1. Terdapat tanda (flag) pada hasil penghitungan sel dengan menggunakan analizer otomatis.
2. Jumlah trombosit pada pasien baru di bawah 100.000/mL, baik ada tanda maupun tidak pada analizer otomatis.
3. Jika pada pemeriksaan menggunakan analizer otomatis didapatkan 1 atau lebih tanda : adanya agregasi trombosit, fragmentosit, adanya tanda pada lekosit seperti bila ada sel muda, limfosit atipik, granulosit imatur, dan pergeseran ke kiri.
Jika hasil evaluasi pengamatan hapusan darah menunjukkan adanya lekosit imatur, abnormal, atau adanya atipik, DIFF manual perlu dilakukan.

2. Blood Smear Examination (BSE)
Sinonim: DIFF manual, DIFF.

Pemeriksaan ini menentukan jenis-jenis lekosit dalam 100 lekosit, evaluasi morfologi sel-sel darah (eritrosit, lekosit, dan trombosit), terutama untuk memverifikasi hasil hitung sel-sel darah oleh analizer hematologi otomatis dan memperkirakan jumlah trombosit. Laboratorium klinik yang menggunakan alat analizer hematologi otomatis hanya menggunakan BSE untuk:
1. Hasil DIFF otomatis tampak tidak benar baik dilaporkan oleh alat dengan tanda-tanda atau tidak.
2. Permintaan klinisi
3. Kriteria yang dikembangkan sendiri oleh laboratorium klinik.
Segi keuntungan pemeriksaan BSE adalah menyediakan 3 hal yang penting:
1. BSE menyediakan kontrol kualitas dengan cara memverifikasi hasil yand didapat dari analizer hematologi otomatis.
2. Menyediakan informasi adanya sel-sel abnormal, imatur, atau sel-sel atipik.
3. Menyediakan informasi adanya abnormalitas morfologi, di mana analizer tidak dapat menampilkan tanda-tanda untuk kelainan yang ada.

Analizer cukup akurat, tetapi tidak dapat mencapai sensitivitas dan spesifisitas 100 %, terutama dalam hal adanya agregasi trombosit, aglutinasi eritrosit dan lekosit. Dengan keterbatasan ini, adalah sangat ideal untuk memasukkan BSS atau BSE pada setiap pasien baru dan pada pasien dengan abnormalitas beberapa parameter.
BSE dan juga BSC, dimulai dengan inspeksi visual untuk melihat kualitas hapusan dan pengecatan (adanya goresan atau presipitasi cat). Hapusan yang baik kemudian diperiksa dibawah pembesaran obyektif 10 x untuk melihat kembali kualitas cat, dan kemudian mencari adanya agregasi trombosit, lekosit, atau eritrosit. Setelah itu melihat adanya organisma ekstra seluler (mikrofilaria), melihat adanya kriopresipitat, “rouleaux formation”, dan garis-garis fibrin. Semua area hapusan (bagian tepi, ujung, dan area baca yang cukup tipis). Setelah itu pemeriksaan ini dikonfirmasi dengan pembesaran obyektif yang lebih tinggi, baik dengan pembesaran obyektif 40 x maupun 100 x dengan menggunakan minyak imersi. Adanya aglutinasi lekosit, suatu kondisi yang jarang, pada umumnya dihubungkan dengan kondisi infeksi (terutama aglutinasi netrofil) dan/atau kelainan limfoproliferatif (terutama aglutinasi limfosit). Hal ini menyebabkan penurunan jumlah lekosit palsu dan dapat menyebabkan alat analizer mengalami kesulitan dalam melaporkan perhitungan jenis-jenis lekosit. Pada kasus-kasus seperti ini, inkubasi sampel darah dengan antikoagulan EDTA pada suhu 37oC selama 10 – 15 menit atau “vortex” pada kecepatan tinggi selama 1 – 2 menit, sebelum di”running” kembali pada analizer. Alternatif lain adalah dengan mengambil sampel ulang dengan menggunakan anti koagulan sitras (tutup biru) dan mengalikan hasil hitung lekosit dengan 1,1 akibat pengenceran darah dengan sitras. Bila semua sudah dilakukan tetapi tetap didapatkan aglutinasi lekosit, maka hasil perhitungan lekosit harus disertai catatan adanya aglutinasi.
Aglutinasi eritrosit mengindikasikan adanya “cold aglutinin” dan dapat menyebabkan MCV, MCH dan MCHC tinggi palsu dan hitung eritrosit dan hematokrit rendah palsu. Lakukan penghangatan pada sampel darah dengan anti koagulan EDTA pada 37oC selama 10 – 15 menit.
Krioproteinemia dihubungkan dengan tinggi palsunya jumlah lekosit, trombosit, atau keduanya. Untuk keadaan ini juga diperlukan penghangatan pada sampel darah dengan anti koagulan EDTA pada 37oC selama 10 – 15 menit.
Rouleaux yang terlihat pada area baca, mengindikasikan adanya peningkatan fibrinogen dan/atau globulin. Keadaan ini sering dihubungkan dengan adanya kondisi inflamasi atau kondisi infeksi dan/atau kelainan keganasan seperti multiple myeloma dan makroglobulinemia. Kondisi ini biasanya tidak berpengaruh terhadap hasil hitung jumlah dan jenis lekosit.
Dengan adanya garis fibrin, integritas spesimen dipertanyakan dan hasil hitung sel-sel darah tidak dapat dilaporkan.
Kerusakan lekosit, terutama granulosit, hilangnya dinding sel, dengan eritrosit kabur pada hapusan darah mengesankan adanya hiperlipidemia. Hiperlipidemia berat dapat menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin, MCH dan MCHC. Pada keadaan spesimen hiperlipidemia, sampel disentrifus mengganti plasma dengan sejumlah diluen isotonis , dan me”running” kembali di analizer. Lakukan DIFF manual.
Jumlah absolut masing-masing jenis lekosit lebih bermakna karena benar-benar menunjukkan peningkatan atau penurunan jumlah. Hail hitung jenis lekosit diikuti dengan evaluasi morfologi eritrosit, lekosit, dan trombosit. Beberapa laboratorium memilih melaporkan abnormalitas spesifik sebagai ringan, sedang atau ditandai dengan gradasi 1+ sampai 4+. Pelaporan ini sangat berguna pada beberapa kasus. Contoh pada penemuan 3+, 4+ ovalositosis sangat penting untuk diagnosa eliptositosis herediter. Demikian juga pada penemuan 3+, 4+ tear drop cell mencurigakan adanya fibrosis sumsum tulang. Sebaliknya, penemuan eliptositosis atau tear drop cell tidak spesifik karena jumlah bentuk sel-sel ini hanya sedikit pada pasien dengan anemia karena beberapa penyebab dan kadang-kadang ditemukan pada anemia defisiensi besi atau penyakit ginjal.

3. Blood Smear Review (BSR)
Sinonim: Interpretasi hapusan darah, pengamatan dokter terhadap hapusan darah
BSR diminta oleh klinisi atau permintaan dari analis laboratorium. Hasilnya dapat disertai dengan atau tanpa interpretasi. Indikasi klinis permintaan BSR:
1. Anemia, trombositopenia, dan/atau lekopenia yang belum jelas.
2. Kecurigaan anemia hemolitik mikroangiopati (Ct: TTP-Thrombotic Thrombocytopenia Purpura, DIC-Disseminated Intravascular Coagulation), hemoglobinopati, thalassemia, kelainan membran eritrosit (eliptositosis herediter, sferositosis herediter), kelainan limfoproliferatif, plasma cell dyscrasia, kelainan myeloproliferatif, MDS, infeksi parasit, mononukleosis, kelainan lekosit, dan gangguan trombosit.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil BSR adalah populasi pasien, pengalaman dan pelatihan yang didapat dokter yang memeriksa, beban kerja dan kualitas hapusan darah.
Lebih jauh, BSR ini dapat memberikan sumber pengajaran bagi siswa, residen, staf baru, dan edukasi berkelanjutan pada analis laboratorium.
Proses BSR sudah meliputi BSC dan BSE, dengan 1 pengecualian. Pengecualian adalah bahwa dokter mungkin melakukan atau tidak melakukan penghitungan DIFF manual. BSR dilaporkan dengan menyertakan interpretasi yang berhubungan dengan penemuan klinis. Dokter menyediakan konsultasi kepada klinisi dan profesional laboratorium lain pada penemuan abnormal dan menyediakan informasi diagnosa bila memungkinkan dan menyarankan strategi yang diperlukan dalam diagnosa dan penatalaksanaan.

Sumber

About About Laboratorium Kesehatan

twitter @iqbalARZA :)

Posted on 3 May 2013, in Health Guide, Hematologi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: