Retikulosit (Health Guide)

HITUNG DAN PENILAIAN JUMLAH RETIKULOSIT

Retikulosit adalah sel dari seri eritroid tidak berinti yang dapat dilihat dengan pewarnaan supravital. Menurut NCLLS-ICSH 1997, retikulosit adalah sel yang dapat dilihat dengan pewarnaan supravital yang mewarnai asam nukelat dan harus mempunyai lebih dari 2 granula yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan granula tersebut tidak boleh berada di tepi membran sel. Pewarnaan supravital yang dapat digunakan adalah larutan Brilliant Cresyl Blue, New Methylene Blue, Azure B, Acridine orange untuk metoda visual dan zat warna fluorokrom seperti Thiazole orange, Auramine O, Oxazine dan Polymethene yang bisa digunakan pada metode otomatik.

Retikulosit dapat diperiksa dengan cara manual dan otomatik. Di Laboratorium Klinik Utama Bio Medika, hitung retikulosit dilakukan dengan metode otomatik menggunakan fluorescence polimetin yang dibaca dengan alat Sysmex XT-2000i. Hitung retikulosit dengan cara manual mempunyai banyak kekurangan seperti pengerjaannya rumit, ketelitian dan ketepatan kurang memadai.
Perhitungan retikulosit dengan cara otomatik menggunakan darah dengan anti-koagulan K3EDTA dicampur dengan zat warna polimetin yang dilalui oleh sinar laser sehingga terjadi fluoresensi yang dapat ditangkap oleh optical detector blocked. Berdasarkan intensitas cahaya flourescence yang ditimbulkan oleh retikulosit, dibedakan menjadi retikulosit dengan Low Fluorescence Ratio (LFR), Middle Fluorescence Ratio (MFR) dan High Fluorescence Ratio (HFR). Penjumlahan dari HFR dan LFR retikulosit dilaporkan sebagai Immature Retikulocyte Ratio. Dengan alat tersebut di atas, retikulosit dapat dilaporkan secara relatif dalam satuan persen (%) atau secara absolut dalam mikroliter (µL).
Nilai rujukan hitung retikulosit pada orang Indonesia dewasa, 120 pria dan 120 wanita, berusia 20 – 50 tahun klinis sehat dengan data pemeriksaan hematologi dan kreatinin normal menggunakan Sysmex XT-2000i didapatkan hasil seperti dibawah ini :
Parameter Nilai Rujukan
Hitung Retikulosit Relative (HRR) 0.5 – 2.0%
Immature Retikulocyte Fraction (IRF) 1.4 – 14.6%
Low Fluorescence Reticulocyte (LFR) 85.4 – 98.6%
Middle Fluorescence Reticulocyte (MFR) 1.3 – 12.0%
High Fluorescence Reticulocyte (HFR) 0 – 3.1%
Hitung Retikulosit Absolut (HRA) pria 24,000 – 110,000/µL
Hitung Retikulosit Absolut (HRA) wanita 24,000 – 95,000/µL

Hitung retikulosit dipengaruhi oleh variasi biologik, jenis kelamin, merokok dan umur.

  • Pada variasi biologik dilaporkan terdapatnya variasi diurnal, hitung retikulosit 20% lebih tinggi pada pagi hari dibandingkan sore hari.
  • Hitung retikulosit pada wanita lebih tinggi daripada pria karena adanya rangsangan eritropoisis oleh adanya siklus haid.
  • Pada pasien perokok, pasien akan mengalami hipoksia yang menyebabkan terpicunya eritropoitin oleh ginjal yang mengakibatkan rangsangan pembentukan eritrosit di sumsum tulang.
  • Hitung retikulosit pada usia lanjut lebih rendah daripada dewasa karena aktifitas eritropoisis pada usia lanjut berkurang dibandingkan dengan orang dewasa.

Manfaat hitung retikulosit membantu dokter untuk mengetahui aktifitas dari eritropoisis, aktifitas eritropoisis yang meningkat disertai dengan peningkatan jumlah retikulosit absolut dan nilai IRF. Hal ini terjadi pada eritropoisis yang efektif. Pada eritropoisis yang tidak efektif, peningkatan IRF tidak disertai dengan meningkatnya jumlah retikulosit absolut.

Pada keadaan patologik, hitung retikulosit absolut meningkat pada anemia hemolitik, anemia pasca perdarahan dan anemia yang berhasil dalam pengobatan. Pada anemia hemolitik, hitung retikulosit absolut dapat meningkat sampai 10x batas nilai rujukan dan disertai peningkatan nilai HFR yang tinggi. Dijumpai korelasi yang terbalik antara nilai hitung retikulosit absolut dengan kadar hemoglobin, makin tinggi nilai hitung retikulosit makin rendah kadar hemoglobin. Selain itu, hitung retikulosit absolut dapat meningkat pada polisitemia vera. Sebaliknya pada anemia hipogeneratif seperti anemia aplastik, uremia, hitung retikulosit absolut dan IRF akan menurun karena aktifitas eritropoisis tertekan.

Referensi :
Wirawan R. Uji Ketelitian, Ketepatan dan Nilai Rujukan Parameter Retikulosit Orang Indonesia Dewasa di Jakarta Menggunakan Alat Hitung Sel Darah Otomatik Sysmex XT-2000i. Balai Penerbit FKUI. 1st ed. Agustus 2006. Page 1 – 31.

About About Laboratorium Kesehatan

twitter @iqbalARZA :)

Posted on 29 January 2012, in Health Guide, Hematologi and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Thanks for sharing your info. I really appreciate your efforts and
    I will be waiting for your next write ups thanks
    once again.

  2. Asking questions are actually nice thing if you are not understanding anything completely, except this piece of writing gives nice
    understanding yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: