Diabetes Melitus (Health Guide)

Pemeriksaan Laboratorium dan Pengendalian Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam jangka lama (hiperglikemia kronik) yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Keadaan ini disebabkan oleh kelainan insulin karena gangguan sekresi, fungsi atau keduanya. DM dapat disebabkan oleh karena penyakit lain seperti pankreatitis kronik, pasca bedah pankreas dan peningkatan hormon yang bekerja antagonis terhadap insulin seperti pada sindroma Cushing dan akromegali yang disebut DM sekunder.

Dikenal pula DM primer yang lebih banyak dijumpai daripada DM sekunder dan tidak berhubungan dengan kelainan organ dan fungsi hormon.
Secara umum, dikenal 2 tipe DM yaitu :
DM tipe 1
10% dari kasus diabetes disebabkan oleh kerusakan sel pankreas yang menyebabkan sekresi insulin berkurang. DM tipe 1 biasanya terjadi akut pada usia muda.
DM tipe 2
Insulin yang disekresi oleh pankreas tidak memadai yang menyebabkan hiperglikemia bahkan terjadi resistensi terhadap insulin. Sering didapatkan pada obesitas. Perjalanan penyakit DM tipe 2 berlangsung kronik pada usia menengah dan tua.
Pasien dengan DM tipe 2 diobati dengan diet dengan atau tanpa obat hipoglikemik, kadang-kadang membutuhkan insulin untuk mengontrol kadar glikemik darah.

Jenis pemeriksaan laboratorium yang berkaitan dengan DM :
1. Glukosa urin.
2. Kadar gula darah.
3. Test Toleransi Glukosa Oral (TTGO).
4. Hemoglobin glikasi (HbA1c).

Pemeriksaan glukosa urin
Pemeriksaan ini banyak dipakai dahulu kala untuk mengetahui perkiraan kadar glukosa darah, tetapi tidak dapat mendeteksi adanya hipoglikemia. Selain itu, banyaknya glukosa yang dikeluarkan di dalam urin tergantung dari ambang ginjal terhadap glukosa. Bila ambang ginjal untuk glukosa rendah seperti pada glukosuria renal akan terdapat glukosa di dalam urin walaupun tidak dijumpai hiperglikemia. Keadaan ini dapat dijumpai pada wanita hamil.

Pemeriksaan kadar gula darah
Untuk mengetahui adanya DM dan pengontrolan kadar gula darah dapat diketahui dengan mengukur kadar gula darah puasa atau kadar gula darah sewaktu seperti terlihat pada alogaritma 1 atau 2.

Pemeriksaan TTGO
Bila didapatkan kadar gula darah yang meragukan baik pada kadar gula darah puasa maupun sewaktu seperti terlihat pada alogaritma 1 atau 2. Untuk pemeriksaan TTGO pasien harus memenuhi persyaratan sbb :

  • Tiga hari sebelum pemeriksaan, makan dan kegiatan jasmani dilakukan seperti biasa.
  • Puasa satu malam 10 – 12 jam
  • Di laboratorium pasien dilakukan pemeriksaan gula darah puasa, kemudian diberikan 250mL air yang ditambahkan 75g glukosa, yang dihabiskan dalam waktu 5 menit.
  • Selama menunggu 2 jam pasien istirahat dan tidak merokok.
  • Periksa kada gula darah 2 jam pasca penambahan glukosa.

Pemeriksaan HbA1c
Sebagaimana diketahui hemoglobin di dalam tubuh akan mengalami glikasi dengan kecepatan yang proporsional dengan kadar glukosa darah. Reaksi ini terjadi secara (reversible) membentuk senyawa stabil yang disebut hemoglobin glikasi atau hemoglobin A1c. Pengukuran kadar HbA1c ini bermanfaat untuk :
– Mengetahui kadar glukosa rerata 3 bulan terakhir selama pengobatan.
– Ingin mengetahui pengendalian DM selama pengobatan.

Kriteria pengendalian DM bila :
BAIK SEDANG BURUK
Glukosa darah puasa (mg/dL) 80 – < 100 100 – 125 ≥ 126
Glukosa darah 2 jam (mg/dL) 80 – 144 145 – 179 ≥ 180

A1C (%) < 6.5 6.5 – 5 > 8
Kolesterol Total (mg/dL) < 200 200 -239 ≥ 240
Kolesterol LDL (mg/d L) < 100 100 -129 ≥ 130
Kolesterol HDL (mg/dL) Pria : > 40 – –
Wanita : > 50
Trigliserida (mg/dL) < 150 150 – 199 > 200
Mikroalbumin urin sewaktu < 30 – –
*IMT (kg/m2) 18.5 – < 23 23 – 25 > 25
Tekanan Darah (mmHg) < 130/180 > 130-140 / > 80-90
*IMT (Index Massa Tubuh)

Komplikasi akut :
1. Penurunan kadar gula darah
2. Ketoacidosis diabetik : sel darah menurun, sesak napas dan dehidrasi.

Komplikasi kronik :
1. Nefropati diabetika
2. Gagal ginjal
3. Hipertensi
4. Serangan jantung

Daftar Pustaka :
– PB Perkeni. Petunjuk Praktis Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2. 3rd ed. April, 2008. p3-10, 28.
– Marshall JW, Bangert SK. Clinical Chemistry. 5th ed. Elsevier. 2004. p191-200.

About About Laboratorium Kesehatan

twitter @iqbalARZA :)

Posted on 29 January 2012, in Health Guide, Kimia Klinik and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: