Leukosit

Leukosit mempunyai inti Leukosit dan tidak mengandung Hb. Jumlah leukosit lebih sedikit daripada eritrosit, yaitu antara 5000-9000 sel per milimeterkubik darah. Ada lima jenis leukosit yang dipisahkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok leukosit yang sitoplasmanya bergranula, disebut leukosit bergranula (granulosit). Granulosit ini merupakan perkembangan dari sel-sel sumsum merah tulang. Sel Leukosit bergranula juga disebut dengan leukosit polimorfonuklier karena bentuk inti selnya beraneka ragam. Ada tiga macam leukosit bergranula, yaitu:

Neutrofil

Neutrofil berwarna netral atau berwarna bila dicat atau campuran perwarnaan asam adan basa, intinya mempunyai tiga atau lima lobi. Sel ini paling banyak dijumpai.

Basofil

Sel basofil  menyerap ewarnaan basa dan menjadi biru.  Inti kasarnya berbentuk huruf S

Eosinofil

Sel golongan ini hanya sedikit dijumpai. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah. Intinya memiliki dua lobi oval Kelompok kedua adalah kelompok leukosit yang sitoplasmanya tidak bergranula, disebut leukosit agranula (agranulosit). Agranulsoit berkembang biak dari jaringan limfoid dan myeloid. Intinya lebih kurang bulat. Dua jenis leukosit agranulosit adalah :

a.Limfosit

Membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfe dan juga dalam sumsum tulang. Sel  ini non-granuler dan tidak memiliki kemampuan bergerak seperti amuba

b.Monosit

Sel ini berukuran lebih besar (kira-kira sebanyak 5%). Sel ini mampu mengadakan gerakan amoboid dan mempunyai sifat fagosit (pemakan)

Fungsi umum leukosit adalah melawan peradangan dan infeksi. Beberapa leukosit secara aktif melakukan fagositosis, mencerna bakteri dan sisa bahan mati. Semua leukosit motil dengan gerak amuboid, beberapa jenis melebihi yang lain. Sebagian besar leukosit memiliki kemampuan berpindah melalui pori kecil diantara sel-sel yang membentuk dinding kapiler. Gerakan ini disebut diapedes, berawal ketika suatu bagian sel mengalir dalam bentuk tonjolan serupa lengan yang kemudian melalui sebuah pori kecil. Sisa sitoplasma mengalir secara perlahan melalui pori kecil tadi ke sisi lain dinding kapiler. Dengan cara ini, seluruh sel bergerak melalui pori dari satu sisi ke sisi lain dinding kapiler.

Leukosit dipandu ke tempat infeksi oleh suatu proses yang disebut kemotaksis. Berbagai zat yang dilepaskan oleh mikroorganisme yang menyerang atau oleh sel jaringan yang terbunuh, memandu leukosit kea rah sumber agen kemotaksis. Difusi zat-zat membentuk gradient konsentrasi, yang diikuti leukosit. Kemotaksis dapat mempunyai pengaruh positif atau negative. Bila jaringan tubuh terluka atau terinfeks, peradangan atau respon peradangan merupakan pertahanan tubuh. Kunci respon peradangan adalah pelepasan berbagai zat kimia dari jaringan tubuh terutama stau yang disebut histamin.

Histamin menyebabkan pembuluh darah di daerah yang terluka melebar, dengan demikian aliran darah  di tempat itu bertambah. Akibat aliran darah meningkat, jaringan menjadi lebih merah dan lebih panas. Sebagai akibat cairan jaringan bertambah, jaringan menjadi bengkak, suatu keadaan yang disebut edema. Cairan jaringan yang penuh dengan protein dan plasma, mulai menggumpal dan mencegah aliran normal cairan jaringan. Senagai hasilnya, sebaran bakteri atau racunnya diperlambat dan ditahan pada daerah yang luka.

Cepatnya respon peradangan sebanding dengan meluasnya kerusakan jaringan. Karena itu, infeksi stafilokokus yang menghasilkan kerusakan besar jaringan, biasanya ditahan oleh respon peradangan dengan cepat. Infeksi streptokokus yang kurang merusak, mendatangkan respon peradangan sangat lamban. Sebagai akibat, penghalangan mungkin kurang berhasil, dan infeksi bakteri dapat berlanjut menyebar ke seluruh tubuh. Dengan pengrusakan jaringan dan pelepasan substansi kimia, daya tarik leukosit ke tempat luka bertambah.

Dengan proses diapedesis neutrofil bergerak dari kapiler, dan dengan proses kemotaksis neutrofil dipandu ke tempat luka.Karena leukosit menelan bakteri, bebarapa nanah atau pembentukan nanah bias terjadi. Sebenarnya nanah terdiri dari bakteri mati dan hidup, leukosit, buangan sel, dan cairan tubuh. Bila leukosit merusak bakteri invader dengan baik, daerah yang dipengaruhi kembali normal,dan proses perbaikan berjalan. Bila leukosit tak berhasil,kemudian nanah bertambah, dan ineksi belanjut untuk menyebar.

Sel darah putih atau dalam bahasa Inggris disebut dengan  white blood cell (WBC) merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi. Sel darah yang juga dikenal dengan leukosit ini terbagi dalam beberapa tipe dan dua tipe yang paling umum adalah limposit dan neutropil.

Limposit diproduksi oleh jaringan lympoid yang terdapat di dalam organ limfa, kelenjar limfe dan kelenjar thymus. Limposit bertugas untuk memerangi zat zat yang dihasilkan oleh kuman penyakit dengan membentuk zat kekebalan tubuh atau antibodi. Antibodi yang dibentuk sangat spesifik sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi. Pembentukan antibodi memerlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi.

Seperti halnya limposit, neutropil juga berperanan sangat penting dalam upaya tubuh memerang infeksi. Neutropil dibentuk di dalam sumsum tulang dan beredar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah. Selanjutnya neutropil akan keluar dari peredaran darah menuju jaringan yang terinfeksi. Nanah yang biasanya terdapat dalam luka mengandung banyak sekali neutropil. Dalam kondisi normal, infeksi bakteri yang serius akan merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi neutropil sehingga nilai WBC akan meningkat.

Kadar WBC dihitung berdasarkan jumlah sel darah putih yang ada pada sampel darah penderita. Nilai normal dari WBC adalah antara 4 ribu sampai 11 ribu per mikroliter. Kadar WBC yang rendah dikenal dengan istilah leukopenia sementara kadar yang tinggi disebut leukositosis.

Cara menghitung leukosit

Terdapat dua cara untuk menghitung leukosit dalam darah tepi. Yang pertama adalah cara manual dengan memakai pipet leukosit, kamar hitung dan mikroskop. Cara kedua adalah cara semi automatik dengan memakai alat elektronik. Cara kedua ini lebih unggul dari cara pertama karena dekniknya lebih mudah,waktu yang diperlukan lebih singkat dan kesalahannya lebih kecil yaitu ± 2%, sedang pada carapertama kesalahannya sampai ± 10%. Keburukan cara kedua adalah harga alat mahal dan sulit untuk memperoleh reagen karena belum banyak laboratorium di Indonesia yang memakai alat ini.

Jumlah leukosit dipengaruhi oleh umur, penyimpangan dari keadaan basal dan lain-lainPada bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi, sekitar 10.000–30.000/µl.Jumlah leukosit tertinggi pada bayi umur 12 jam yaitu antara 13.000 — 38.000 /µl. Setelah itu jumlah leukosit turun secara bertahap dan pada umur 21 tahun jumlah leukosit berkisar antara 4500– 11.000/ µl.Pada keadaan basal jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5000 — 10.0004/µ1. Jumlah leukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik yang sedang,tetapi jarang lebih dari 11.000/µl 4 Bila jumlah leukosit lebih dari nilai rujukan,maka keadaan tersebut disebut leukositosis.Leukositosis dapat terjadi secara fisiologik maupun patologik.Leukositosis yang fisiologik dijumpai pada kerja fisik yang berat,gangguan emosi,kejang,takhikardi paroksismal, partus dan haid.4 Leukositosis yang terjadi sebagai akibat peningkatan yang seimbang dari masing-masing jenis sel,disebut  balanced leoko-cytosis.Keadaan ini jarang terjadi dan dapat dijumpai pada hemokonsentrasi. Yang lebih sering dijumpai adalah leukosi-tosis yang disebabkan peningkatan dari salah satu jenis leuko-sit sehingga timbul istilah neutrophilic leukocytosis atau netrofilia, lymphocytic leukocytosis atau limfositosis, eosino-filia dan basofilia.Leukositosis yang patologik selalu diikuti oleh peningkatan absolut dari salah satu atau lebih jenis leukosit.Leukopenia adalah keadaan dimana jumlah leukosit kurang dari 5000/0 darah. Karena pada hitung jenis leukosit, netrofil adalah sel yang paling tinggi persentasinya hampir selalu leukopenia disebabkan oleh netropenia.

About these ads

About About Laboratorium Kesehatan

twitter @iqbalARZA :)

Posted on 30 January 2012, in Hematologi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 232 other followers

%d bloggers like this: