Eritrosit

Pengertian & Fungsi Eritrosit ( Sel Darah Merah )

Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap mm kubiknya darah pada seorang laki-laki dewasa mengandung kira-kira 5 juta sel darah merah dan pada seorang perempuan dewasa kira-kira 4 juta sel darah merah. Tiap-tiap sel darah merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai fungsi mengikat oksigen di paru-paru dan mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Jadi, dapat dikatakan bahwa di paruparu terjadi reaksi antara hemoglobin dengan oksigen.

2 Hb2+ 4 O2 ==> 4 Hb O2 (oksihemoglobin)

Setelah sampai di sel-sel tubuh, terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb.

4 Hb O2 ==> 2 Hb2+ 4 O2

Kandungan hemoglobin inilah yang membuat darah berwarna merah. Amatilah Gambar 5.2 untuk mengenal struktur hemoglobin.

Struktur Eritrosit
Eritrosit mempunyai bentuk bikonkaf, seperti cakram dengan garis tengah 7,5 uM dan tidak berinti. Warna eritrosit kekuning-kuningan dan dapat berwarna merah karena dalam sitoplasmanya terdapat pigmen warna merah berupa hemoglobin.

Pembentukan Eritrosit
Eritrosit dibentuk dalam sumsum merah tulang pipih, misalnya di tulang dada, tulang selangka, dan di dalam ruas-ruas tulang belakang. Pembentukannya terjadi selama tujuh hari. Pada awalnya eritrosit mempunyai inti, kemudian inti lenyap dan hemoglobin terbentuk. Setelah hemoglobin terbentuk, eritrosit dilepas dari tempat pembentukannya dan masuk ke dalam sirkulasi darah.
Eritrosit dalam tubuh dapat berkurang karena luka sehingga mengeluarkan banyak darah atau karena penyakit, seperti malaria dan demam berdarah. Keadaan seperti ini dapat mengganggu pembentukan eritrosit.
Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun.
Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati.
Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.
Masa Hidup Eritrosit
Masa hidup eritrosit hanya sekitar 120 hari atau 4 bulan, kemudian dirombak di dalam hati dan limpa. Sebagian hemoglobin diubah menjadi bilirubin dan biliverdin, yaitu pigmen biru yang memberi warna empedu. Zat besi hasil penguraian hemoglobin dikirim ke hati dan limpa, selanjutnya digunakan untuk membentuk eritrosit baru. Kira-kira setiap hari ada 200.000 eritrosit yang dibentuk dan dirombak. Jumlah ini kurang dari 1% dari jumlah eritrosit secara keseluruhan.

Pemeriksaan Jumlah Eritrosit ( Antal Eritrosit )

Prinsip :

Darah diencerkan lalu dihitung jumlah eritrosit dalam volume tertentu dengan mengalikan terhadap faktor perhitungan,sehingga diperoleh jumlah eritrosit dalam satuan volume darah. Pengenceran darah dengan Hayem menyebabkan lisisnya sel selain eritrosit dan trombosit, sehingga memudahkan pehitungan sel eritrosit , darah diencerkan 201x dan sel eritrosit dihitung pada 5 bidang kecil.

Bahan : Darah vena

Alat :

  • Mikroskop
  • Bilik hitung
  • Deck Glass
  • Transferpet 4 ml, dan 20 mikroliter
  • Tabung

Reagensia : Larutan Hayem

Cara Kerja :

  1. Bilik hitung dan deck glass disiapkan dalam keadaan bersih.
  2. Masukkan 4 ml reagen Hayem dalam tabung.
  3. Ditambahkkan 20 mikroliter darah ke dalam tabung berisi larutan Hayem.
  4. Tabung digojok agar larutan Hayem benar-benar melisiskan sel-sel selain eritrosit dan trombosit.
  5. Bilik hitung dengan kaca penutupnya diletakkan di atas bidang yang datar.
  6. Larutan campuran (darah+Hayem) dipipet dengan pipet pasteur kemudian ujung pipet disentuhkan dengan sudut 300 pada permukaan bilik hitung dengan menyinggung kaca penutup. Biarkan bilik hitung terisi perlahan-lahan dengan daya kapilaritasnya sendiri.
  7. Biarkan bilik hitung tersebut selama 2-3 menit supaya eritrosit dapat mengendap.
  8. Sel-sel eritrosit yang terdapat pada 5 petak kecil (bagian tengah bilik hitung) menggunakan mikroskop perbesaran 40X.

Rumus : Jumlah Eritrosit = Pengenceran x jumlah sel/Volume bilik hitung

Pengenceran : 201x

Volume bilik hitung: 0.02 mm2

Satuan : sel per mmdarah

Nilai Normal :

laki-laki : 4,5 -5,5 juta sel eritrosit per mm3 darah

Perempuan :  4,0 – 5.0 juta sel eritrosit per mm3 darah

About these ads

About About Laboratorium Kesehatan

twitter @iqbalARZA :)

Posted on 30 January 2012, in Hematologi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 232 other followers

%d bloggers like this: